Keteladanan Rasulullah
SAW Periode Mekah
A. SEJARAH DAKWAH RASULULLAH SAW PERIODE MEKAH
1.
Masyarakat Arab Jahiliyah Periode Mekah
Dalam
bidang agama, umumnya masyarakat Arab waktu itu sudah menyimpang jauh dari
ajaran agama Tauhid, yang telah diajarkan oleh para Rasul terdahulu, seerti
Nabi Ibrahim AS. Mereka umumnya beragama Wastsani atau agama penyembah berhala.
Selain
itu ada pula sebagian masyarakat Arab Jahiliyah yang menyembah malaikat dan
binatang yang dilakukan kaum sabi’in serta menyembah matahari, bulan, dan jin
yang diperbuat oleh sebgian masyarakat diluar kota Mekah.
Namun
perlu diketahui bahwa tidak semua perilaku masyarakat Arab Jahiliyah itu buruk,
tetapi ada pula yang baiknya, seperti : memiliki keberanian dan kepahlawanan,
suka menghormati tamu, murah hati, dan mempunyai harga diri. Juga dalam bidang
perdagangan ada sebagian masyarakat Arab Jahiliyah yang sudah memiliki
kemajuan. Misalnya, para pedagang dari kabilah Quraisy, berdagang pada musim
panas ke negeri Syam dan pada musim dingin ke Yaman.
2.
Pengangkatan Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul
Muhammad diangkat Allah SWT, sebagai
seorang Rasul-Nya ditandai dengan turunya malaikat Jibril pada tanggal 17
Ramadhan 610 M, untuk menyampaikan wahyu yang pertama yakni Al-Qur’an surah Al-
A’laq, 96 : 1-5. Turunya ayat Al-Qur’an pertama tersebut dalam sejarah Islam
dinamakan Nuzulul Al-Qur’an.
Menurut sebgaiann ulama, setelah
turun wahyu pertama turun pula surah Al-Muddatsir :1-7, yang berisi perintah
Allah SWTagar Nabi Muhammad berdakwah
menyiarkan ajaran agama Islam kepada uamat manusi.
Setelah itu, tatkala Nabi Muhammad
saw berada di Mekah selama 13 tahun (610-622 M), secara berangsur-angsur telah
diturunkan kepada beliau, wahyu berupa Al-Qur’an sebanyak 4726 ayat, yang
meliputi 89 surah. Surah-surah yang diturunkan pada periode Mekah dinamakan
surah Makkiyah.
3.
Ajaran Islam Periode Mekah
Ajaran Islam
periode Mekah yang harus didakwahkan Rasulullah SAW di awal kenabiannya adalah
sebagai berikut :
a.
Keesaan Allah SWT
Islam
mengajarkan bahwa pencipta dan pemelihara alam semesta adalah Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Allah SWT tempat
bergantung segala apa saja dari makhluk-Nya, tidak beranak dan tidak
diperanakan, serta tidak ada selain Allah SWT, Yang menyamai-Nya.
b.
Hari kiamat sebagai hari pembalasan
Islam mengajarkan
bahwa mati yang dialami oleh setiap manusi, bukanlah akhir kehidupan, tetapi
merupakan awal dari kehidupan yang panjang, yakni kehidupan dialam kubur dan
dialam akhirat/
c.
Kesucian Jiwa
Islam
menyerukan umat manusia agar senantiasa berusaha menyucikan jiwannya dan
melarang keras mengotorinya.
d.
Persaudaraan dan persatuan
Persaudaraan
mempunyai hubungan yang erat dengan persatuan, bahkan persaudaraan landasan
bagi terwujudnnya persatuan.
B. STRATEGI DAKWAH RASULULLAH SAW PERIODE MEKAH
1.
Dakwah secara Sembunyi-sembunyi selama 3-4 Tahun
Cara
ini ditempuh oleh Rasulullah SAW karena beliau begitu yakin, bahwa masyarakat
Arab Jahiliyah, masih sangat kuat mempertahankan kepercayaan tradisi warisan
leluhur mereka. Sehingga mereka bersedia berpegang dan rela mati dalam
mempertahankannya.
Pada
masa dakwah secara sembunyi-sembunyi ini, Rasulullah SAW menyeru untuk masuk
Islam, orang-orang yang berada dilingkungan rumah tangganya sendiri dan kerabat
serta sahabat dekatnya.
2.
Dakwah secara Terang-terangan
Tahap-tahap dakwah
Rasulullah SAW secara terang-terangan ini antar lain sebagai berikut:
a.
Mengundang kaum
kerabat keturunan dari Bani Hasyim,
untuk menghadiri jamuan makan dan mengajak mereka agar masuk Islam. Tetapi
karena cahaya hidayah Allah SWT waktu itu belum menyinari hati mereka, mereka
belum menerima Islam sebagai agama mereka.
b.
Rasulullah SAW
menggumpulkan para penduduk kota Mekkah, terutama yang berada dan bertempat
tinggal disekitar Ka’bah untuk berkumpul di bukit Shafa’, yang letaknya tidak
jauh dari Ka’bah.
Rasulullah
SAW memberi peringatan kepada semua yang hadir agar segera meninggalkan
penyembahan terhadap berhala dan hanya menyembah dan mengahambakan diri kepada
Allah SWT, Tuhan yang maha esa, pencipta dan pemelihara alam semesta, Rasulullah
juga menegaskan , jika peringatan yang disampaikannya itu dilaksankan tentu
akan meraih rida ilahi bahagia di dunia
dan di akhirat. Tetapi apabila peringatan itu diabaikan tentu akan mendapat
murka Allah SWT , sengsara di dunia dan diakhirat.
Pada periode dakwah secara terang-terangan
ini juga telah menyatakan diri masuk Islam dua orang kuat di kalangan kaum kafir Quraisy, yaitu Hamzah bin Abdul
Mutholib ( paman Nabi SAW) dan Umar bin Khattab.
c.
Rasulullah
menyampaikan seruan dakwahnya kepada para peenduduk diluar kota Mekah. Sejarah
mencatat bahwa penduduk diluar kota Mekah yang masuk Islam antara lain :
1.
Abu Zar Al- Giffari, seorang tokoh darri kaum Giffar yang bertempat
tinggal disebelah barat laut Mekah atau tidak jauh dari laut merah, menyatakan
diri dihadapan Rasulullah SAW masuk Islam. Keislamannya itu kemudian diikuti
oleh kaumnya.
2.
Tufail bin Amr Ad-Dausi, seorang penyair terpandang dari kaum Daus
yang bertempat tinggal di wilayah barat kota Mekah, menyatakn diri masuk Islam
di hadapan Rasulullah SAW. Keislamannya itu diikuti oleh bapak, isteri, keluargannya,
serta kaummnya.
3.
Dakwah Rasulullah SAW terhadap penduduk Yatsrib ( Madinah), yang
datang ke Mekah untuk berziarah nampak berhasil. Berkat cahaya hidayah Allah
SWT, para penduduk Yatrib secara bergelombang telah masuk Islam dihadapan
Rasulullah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar